Lompat ke konten

Memahami Personal Branding dalam 3 Menit

Ada satu kegiatan yang saya rekomendasikan jika kamu merasa hilang arah dalam hidup, yaitu wujudkanlah personal branding.

Mengapa personal branding? Kenapa harus kita wujudkan?

Memahami Apa Itu Personal Branding

Pertama-tama kita harus pahami bahwa personal branding yang baik adalah tanpa personal branding, begitu kata Pak Ferry Irwandi ketika ditanya oleh salah satu peserta di seminar yang beliau adakan.

Sejatinya, personal branding itu enggak perlu terlalu ngebet untuk dikenal orang sebagai “apa” dan “siapa”.

Mewujudkan personal branding adalah dengan cara melakukan hal yang kita sukai secara konsisten dengan penuh komitmen.

Efeknya, ketika kita keluar dari rumah kita, maka orang akan mengenal siapa kita sebenernya dari apa yang rutin kita lakukan.

Jadi, personal branding bukanlah kita mau ngasih tau ke orang kita itu siapa. Namun, personal branding adalah efek dari tindakan yang kita lakukan secara konsisten, begitu kata Raditya Dika.

Personal branding punya akar kejujuran. Kita mewujudkan personal branding dengan kejujuran yang diimbangi oleh konsistensi. Misal.

Kalo kamu, ketika keluar rumah mau dikenal orang-orang sebagai fans Emyu, maka jujurlah sebagai fans Emyu secara rutin.

Ketika di rumah, kamu selalu upload story kesombongan saat Emyu menang dan selalu terlihat sedih ketika Emyu kalah. Kamu selalu upload story jadwal pertandingan Emyu. Kamu selalu upload story meme tentang Emyu. Kamu selalu posting info rekrut pemain baru di Emyu. Bahkan, tak tanggung-tanggung, kamu bikin akun Instagram fanbase Emyu.

Jika semua itu rutin kamu lakukan dengan konsisten dan jujur, maka ketika kamu keluar rumah, orang akan otomatis mengenalimu sebagai fans Emyu sejati.

Intinya, personal branding itu enggak memaksa orang untuk mencap diri kita sebagai siapa.

Namun, personal branding adalah:

Melakukan apa yang kita sukai dengan jujur dan konsisten agar orang tau siapa kita sebenernya tanpa perlu kita paksa agar mereka tau.

Karena kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikir tentang kita. Kita hanya bisa mengontrol apa yang kita lakukan, dan efeknya itulah yang disebut sebagai personal branding.

Kemudian, apa manfaat dari personal branding?

Manfaat dari Mewujudkan Personal Branding

Kita kembali menggunakan contoh personal branding fans Emyu.

Salah satu manfaat besar mewujudkan personal branding adalah; uang yang akan mengejar kita secara tidak langsung. Bukan kita yang capek-capek ngejar uang.

Liat fans Emyu di atas. Jika dia rutin upload segala hal tentang Emyu di akun fanbase yang dia kelola, maka beberapa akun akan mulai mengikutinya sampai jumlah yang besar.

Sampai pada suatu titik, dia akan mendapat tawaran kerja sama dengan suatu brand. Sebuah brand meminta untuk logo produknya ada di salah satu postingan tentang Emyu di akun fanbase-nya. Dapet, deh, yang namanya duit.

Enggak hanya itu. Tidak menutup kemungkinan sebuah brand akan memberi dia tiket nonton laga Emyu secara gratis berikut akomodasi pergi ke Inggris secara gratis. Lumayan banget kan itu?

Intinya, keberhasilan kita dalam mewujudkan personal branding akan mendatangkan beberapa peluang kerja sama dengan pelaku bisnis yang menyebabkan kita dapet cuan.

Karena pelaku-pelaku bisnis itu mengetahui siapa kita dan bagaimana orang lain mengenal kita.

Enggak mungkin, kan, ada brand yang tiba-tiba ngasih kamu tiket nonton Emyu gratis kalo kamu enggak pernah rutin upload tentang Emyu di media sosial?

Langkah yang Harus Kamu Lakukan Sekarang

Cari satu hal yang kamu suka. Kemudian, lakukan itu dengan komitmen, konsisten, dan jujur.

Tidak usah pedulikan orang lain mau menilaimu sebagai siapa. Lakukan saja dengan konsisten, maka orang lain akan dengan sendirinya mengetahui siapa kamu sebenernya dari apa yang rutin kamu lakukan.

Itulah personal branding.

Semoga mudah kamu pahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *