Seperti lukisan di atas. Pemandangan perkotaan terlihat begitu indah jika dilihat dari jauh.
Namun, kalau kamu ada di dalam kota itu, bisa beda cerita.
Mungkin kamu akan temui pasar-pasar dengan bau yang kurang sedap.
Rumah-rumah roboh dari orang-orang yang tidak berkecukupan.
Sungai-sungai dengan sampah plastik yang bertebaran.
Bahkan, mungkin kekerasan dan kejahatan yang hingar bingar merasuk di celah-celah hingga pusat kota
Begitu pula saat kita melihat nikmat yang dimiliki orang lain.
Yang saat itu tidak ada atau mungkin berbeda dengan nikmat yang kita miliki.
Melihat apa yang orang lain miliki rasanya sangat memukau dan memanjakan mata.
Namun, nikmat yang ada di telapak tangan dan dekat di mata terasa biasa saja.
Padahal sangat mungkin … orang yang kita lihat juga melihat nikmat yang kita miliki dengan tatapan sempurna.
Sering kali, yang sudah kita miliki itu bukan mengecewakan. Kita hanya melihat dari perspektif yang keliru.
Segala “ada” yang kita punya, sebenarnya sudah lebih dari indah. Hanya saja kita sering lalai dalam menyadarinya.
