Kalau dipikir-pikir atau diinget-inget, ternyata banyak loh hubungan yang udah berlangsung lama menjadi kandas karena rasa cinta yang memudar.
Rasa cinta yang memudar itu, berakhir pada perselisihan antar pasangan, atau yang kita mudah kita kenali, yaitu berantem mulu.
Kita coba lihat data Penyebab Perceraian di Indonesia tahun 2025, ya. Saya mengambil data yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik dari akun Instagram @dataindonesia.id.

Ternyata, Perselisihan/Pertengkaran menempati posisi pertama penyebab perceraian di Indonesia pada tahun 2025. Sebanyak 283.326 kasus. Baru setelah itu Masalah Finansial di posisi kedua sebanyak 105.727 kasus. Lalu, posisi ketiga adalah Meninggalkan Salah Satu Pihak sebanyak 31.029 kasus.
Bisa kita lihat secara saksama. Dalam top three penyebab perceraian, hilangnya rasa cinta adalah akar dari penyebab pertama dan ketiga. Perselisihan dan Meninggalkan Salah Satu Pihak.
Itu berarti, rasa cinta yang sekarang udah enggak sama lagi seperti masa-masa pertama menjalani hubungan.
Definisi cinta jadi yang pertama disalahkan. Padahal, cinta itu kata kerja, bukan kata sifat atau naluri alamiah yang terjadi secara makjegagik. (baca: tiba-tiba).
Cinta itu harusnya enggak kita tungguin. Cinta harus kita perjuangkan karena cinta itu sendiri adalah kata kerja. Dengan kata lain, cinta itu bisa kita buat.
Jatuh Cinta karena Mencintai
Mungkin kamu adalah salah satu orang yang kandas hubungan karena cinta kamu atau cinta pasangan kamu udah luntur.
Padahal, dalem lubuk hati, rasa ingin mempertahankan hubungan itu masih kuat.
Sebab rasanya sayang aja. Udah lama menjalani hubungan, tapi harus kandas karena alasan aneh, “Rasa cintaku udah putar.” Kek, hah?
Kalo udah gitu, langkah pertama ini mungkin bisa kamu coba.
1. Ingat Alasan Kenapa Kamu Memutuskan untuk Menjalin Hubungan dengannya
Perlu saya katakan dari awal. Kalau alasan utamanya adalah nafsu syahwat saja, lebih baik memang selesai daripada dilanjutkan.
Sebab keindahan fisik akan memudar ketika pasanganmu sudah jadi lansia.
Namun, jika kamu memiliki alasan mulia kenapa kamu memilih dia sebagai pasangan hidup, maka cinta itu patut kamu kerjakan selamanya.
Misal, kamu memilih dia karena dia memiliki akhlak yang baik. Dengan akhlak yang baik, kamu berharap anakmu dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk dunia. Itu baru alasan yang mulia. Patut kamu pertahankan.
2. Mulai Mengartikan Kalau Cinta itu adalah Kata Kerja, bukan Kata Sifat
Alasanmu memilihnya sudah bijak. Namun, perlahan rasamu kepada dia sudah beda. Mungkin penyebabnya adalah dirimu sendiri, bukan dia.
Kemungkinan besar adalah kamu terlalu sibuk dengan duniamu sendiri. Sehingga kamu lupa mempekerjakan cinta dalam hatimu kepada dia.
Alhasil, cinta dalam hatimu mulai memudar. Sebab interaksi berkurang sedemikian derasnya.
Coba ajak pasanganmu ke tempat baru, ajak ngobrol, makan makanan yang sebelumnya belum pernah kalian santap, bercanda ringan. Gandeng tangannya ke manapun kalian berjalan. Belikan barang yang dia butuhkan. Pijat kakinya saat hendak tidur. Lipat jemuran yang sudah kering dan biarkan dia beristirahat. Oleskan tabir surya di kulitnya jika mau keluar di siang hari. Puji ketampanan atau kecantikan pada dirinya setiap jam.
Kerjakan hak-hak cinta mulai dari tindakan sederhana, maka cinta itu harusnya mulai bersemi lagi. Coba aja kalo ga percaya.
3. Katakan “Aku Sayang Kamu” Setiap Hari
Tips terakhir, ucapkan kalimat itu setiap hari. Mau pagi, siang, sore, malam, bebas lah.
Harapannya kalimat itu menjadi sebuah afirmasi dan benar-benar tercermin dalam hati dan tindakanmu pada pasanganmu.
Saya bingung harus menutup tulisan ini dengan quote apa. Tapi keknya ga perlu, deh. Yang penting tips di atas bisa kita pahami dan praktikkan mulai sekarang. Besok habis bangun bobo juga masih okelah.
